Senin, 21 Maret 2016

Sibuk Memikirkan Sesuatu

SIBUK MEMIKIRAN SESUATU… 😧😧😧

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Berfikir adalah asal segala ketaatan, dan asal semua kemaksiatan.” (Miftah Daar As Sa’adah hal. 226).

Kok bisa begitu ya?..
Setelah direnungkan.. Betul juga..
Memikirkan sesuatu biasanya akan merubah suasana hati..
Lalu menimbulkan niat dan keinginan..
Sedangkan niat adalah awal perbuatan..

Ketika seseorang memikirkan tujuan kehidupannya..
Ia ingat kehidupan setelah kematian..
Suasana hatipun berubah..
Timbullah keinginan untuk berbuat ketaatan..

Ketika seorang istri melihat keburukan suaminya..
Ia sibuk memikirkan keburukan tersebut..
Hingga hilang semua kebaikan suaminya..
Timbullah perbuatan nusyuz.. Atau setidaknya berkurang rasa cintanya..
Padahal mungkin suaminya sudah banyak berbuat baik kepadanya..

Ketika seorang lelaki melihat wanita jelita..
Lalu ia sibuk membayangkan keindahannya..
Ia pun lupa dari berdzikir kepada Allah..
Lupa bahwa bidadari surga lebih indah dan jelita..
Lalu muncul keinginan yang terlarang..

Ketika melihat gemerlapnya dunia..
Ia berfikir.. Dan terus sibuk memikirkannya..
Seperti orang yang melihat kemewahan si Qorun..
Ia berkata, “Andai aku kaya seperti dia.. Duhai beruntung sekali rasanya..
Suasana hatinya berubah.. Ia menilai kehormatan sebatas dengan kekayaan.. Kedudukan.. Dan kenikmatan dunia..
Sementara temannya yang mukmin berkata..
“Celaka kamu.. Pahala Allah lebih baik dan lebih kekal..
Dunia hanyalah kesenangan sesaat..
Lalu ia akan hancur dan musnah..

Hari ini..
Esok dan lusa..
Kita sibuk berfikir apa ??
Moga Allah memberi kita kekuatan untuk selalu berfikir positif..
Aamiin..

Semoga saudara saudariku lekas menyadari akan kehidupan yg tak kekal ini..

Minggu, 20 Maret 2016

Kuasa Allah

KITA ITU LEMAH, ALLAH YANG MENGUATKAN KITA

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh-:

“Seseorang selama ruhnya masih di raganya, dia bisa saja ter-‘fitnah’, oleh karena itu aku berpesan kepada diriku sendiri dan kalian semua, agar kita selalu meminta kepada Allah KETEGUHAN di atas iman.

Dan hendaknya kalian takut, karena ada banyak tempat licin di bawah kaki kalian, bila Allah -azza wajall- tidak meneguhkan kalian, maka kalian akan terjatuh dalam kebinasaan.

Dengarkanlah firman Allah kepada RosulNya -shollallohu ‘alaihi wasallam- yang merupakan orang paling kuat keteguhannya dan paling kuat imannya:

“Kalau Kami tidak meneguhkanmu, niscaya kamu hampir saja condong sedikit kepada mereka”.

Jika ini berlaku pada diri Rosul -shollallohu ‘alaihi wasallam-, lalu bagaimana dengan kita yang lemah iman dan keyakinannya, serta sering dihinggapi syubuhat dan syahawat?!

Sungguh kita berada dalam bahaya besar, oleh karenanya kita harus memohon kepada Allah ta’ala KETEGUHAN di atas kebenaran, dan agar Dia tidak menjadikan hati kita condong pada kesesatan.

“Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”.

Semoga renungan ini bermanfaat..

Sabtu, 19 Maret 2016

Dosa bisa Membuat kita Ke Surga

DOSA BISA MEMBUAT MASUK SURGA? LOH?

Bagaimana bisa dosa membuat kita masuk surga?
Bahkan amalan baik kita membuat kita masuk neraka?
Bisa.
Sangat bisa.

Jika,
Kita yang selalu membuat dosa,
Setiap mengingatnya kita menangis,
Menyesal,
Dan akhirnya bertaubat dan beristighfar tunduk padaNya.
Berusaha memperbaiki tanpa mengulang dosa kita.

Ketika Allah memberi rahmatNya, surga bukan hanya impian semata.

Sebaliknya,
Ketika kita berbuat kebaikan,
Kemudian riya, sombong, kita pamerkan ke semua orang,
Kita terenyuh dengan pujian orang,
Allah bisa murka dan menjerumuskan kita ke neraka.
Naudzubillah... Tanda-tanda kebahagiaan adalah,
Menjadikan perbuatan baik berada di belakang punggung kita,
Dan perbuatan dosa di depan mata kita.

Alangkah baiknya jika kita tetap mengingat dosa kita,
Dan jangan sesekali menguak kesalahan orang lain.
Alangkah indahnya jika kita sibuk memperbaiki aib kita,
Dan tidak sesekali membuka aib orang lain.

Kamis, 17 Maret 2016

Meraih Kebahagiaan

[Ingin Meraih Kebahagiaan? Inilah Satu Kuncinya]

Kebahagiaan… yang merasakannya adalah hati.

Oleh karenanya, hati menjadi kunci kebahagiaan seseorang. Sayang banyak orang salah jalan, dan mencari kebahagiaan dengan memanjakan diri dan nafsunya. Padahal harusnya dia hanya membutuhkan satu kunci kebahagiaan!

Kunci tersebut adalah: dekatnya dia dengan Allah Ta’ala.

Oleh karena itulah Allah ta’ala berfirman:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlahlah bahwa dengan berdzikir(mengingat-Ku); hati-hati akan menjadi tenang“. (QS. Ar Ra’d: 28).

Oleh karena itu pula Nabi –shallallahu alaihi wasallam– mengatakan kepada sahabat tercintanya Abu Bakar, saat puncak kecemasan menghampirinya di dalam goa, sebagaimana dikisahkan oleh Alqur’an (yang artinya):
لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
“Janganlah bersedih, karena sungguh Allah bersama kita“. (QS. At Taubah: 40).

Oleh karena ini pula, Allah memerintahkan kepada mereka yang terkena musibah untuk mengatakan:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
“Inna lillahi wa inna ilahi rojiun” (Sungguh kami milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali). (QS. Al Baqarah: 156).

Oleh karenanya, ketika memerintahkan bersabar, Allah berfirman:
وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Bersabarlah kalian, karena sesungguhnya Allah bersama orang yang bersabar“. (QS. Al-Anfal: 46).

Oleh karena ini pula, mereka yang baru masuk Islam akan merasakan kebahagiaan yang tiada tara, karena kontrasnya jarak mereka dengan Allah, antara sebelum masuk Islam dengan sesudah masuk Islam.

Kebahagiaan itu ketika kita semua dekat dengan kekasih hati kita. Allah yang Maha Pengasih dan Maha Mengasihi.

Ya Allah sayangilah kami, dan ampunilah kami, karena kebodohan kami tentang-Mu… Sungguh Engkau Maha Dekat dan sudi memperkenankan doa kami.
—
Penulis: Ust. Musyaffa Ad Darini

Rabu, 16 Maret 2016

Cerdas Ala Rasulullah SAW

VERSI CERDAS ALA RASULULLAH (cerdas sebenarnya)

Saudaraku, kehidupan dunia ini sering membuai dan meninakbobokan kesadaran iman kita.
Serangan gelombang godaan berupa tahta, harta dan pria/wanita sering membius kita sehingga terlupa hakikat penciptaan kita yaitu beribadah.

Rumah mewah yg kita tempati yg bisa kita pamerkan, mobil baru nan canggih yg ada di garasi rumah kita, bisnis kita yg menggiurkan yg menambah kehormatan kita di mata manusia, hawa nafsu berupa keinginan lain yg bersifat duniawi , dgn satu tujuan yaitu ucapan kagum dari manusia, pujian dan sanjungan, bukan mengharap ridho dari sang pencipta dunia, Allah SWT.

Bermegah-bermegahan telah melalaikan kamu...... sampai kamu ke liang kubur...
Manusia cerdas dintara kamu ialah yang paling banyak mengingat Kematian
Yuk renungkan. Perbaiki diri dan kembali kepada Al quran. Apa yg Allah dan Rasulnya perintahkan dengarkan dan patuhi. Insha allah jadi penerang di kuburan kita, jadi penghalang masuknya kita ke neraka, dan meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.. amin allahuma amin.
#kematian #alamkubur #neraka #taubat

Senin, 14 Maret 2016

Ketika Ditutup Pintu Hati

Bismillahirrahmanirrahim

KETIKA DITUTUP PINTU HATI

Benarkah Allah subhanahu wata'ala tidak menghukum kita ketika kita bermaksiat? Seorang santri bertanya kepada guru nya:
Berapa kali kita bermaksiat kepada Allah dan Dia tidak menghukum kita?

Maka sang guru pun menjawab :

Berapa kali Allah subhanahu wata'ala telah menghukummu namun kamu tidak mengetahuinya? Bukankah ketika dihilangkannya dari dirimu akan rasa ni'mat bermunajat kepada-Nya adalah merupakan sebuah hukuman?

Dan tidak ada musibah yang lebih besar menimpa seseorang lebih dari kerasnya hati.

Sesungguhnya hukuman yang paling besar yang mungkin kamu temui adalah sedikitnya taufik kepada perbuatan baik.

Bukankah telah berlalu nya hari-harimu tanpa bacaan Al Quran? (itu adalah sebuah hukuman)

Bukankah telah berlalu malam malam yang panjang sedangkan engkau terhalang dari shalat malam? (itu juga adalah sebuah hukuman
Bukankah telah berlalu musim-musim kebaikan, Ramadhan, enam hari syawwal, sepuluh hari dzulhijjah, dan lainnya, sedangkan engkau tidak mendapatkan taufik untuk memanfaatkannya sebagaimana mestinya. hukuman manalagi yang lebih banyak dari ini?

Tidakkah engkau merasakan beratnya ketaatan?

Tidakkah engkau merasa lemah dihadapan hawa nafsu dan syahwat?
Bukankah engkau sedang diuji dengan cinta harta, kedudukan, dan popularitas. Hukuman mana yang lebih banyak dari itu?

Bukankah engkau merasa ringan untuk berghibah, namimah dan dusta?

Bukankah engkau tersibukkan untuk campur tangan pada hal yang tidak bermanfaat untukmu?

Bukankah dengan engkau melupakan akhirat menjadikan dunia sebagai tujuan utamamu?

Tipuan ini tidak lain kecuali bentuk hukuman dari Allah.

Hati-hatilah anakku, sesungguhnya hukuman Allah yang paling ringan adalah yang terletak pada materi, harta, anak, kesehatan.

Dan sesungguhnya hukuman terbesar adalah yang ada pada hati.

Maka, mintalah keselamatan kepada Allah, dan mintalah ampunan untuk dosamu.

Minggu, 13 Maret 2016

Tanda Yanda Kebahagiaan Seorang Hamba

🌺 DIANTARA TANDA-TANDA KEBAHAGIAAN SEORANG HAMBA

Asy-Syathiby rahimahullah berkata,

"Diantara tanda-tanda kebahagiaan seorang hamba adalah:

▶ Dimudahkan untuk melakukan ketaatan
▶ Perbuatannya sesuai dengan as-Sunnah
▶ Bersahahabat dengan orang-orang shalih
▶ Berakhlak mulia kepada saudara-saudaranya
▶ Mencurahkan kebaikannya kepada hamba-hamba Allah
▶ Peduli terhadap keadaan kaum Muslimin, dan
▶ Menjaga waktunya."

📚 Al-I'tisham, II/152.

HADITS & MOTIVATION